Micro Enterprise Development Sebagai Solusi Kemiskinan Dan Pengangguran.

Kemiskinan dan Pengangguran adalah masalah serius baik di desa, daerah maupun suatu negara. Ada berbagai solusi dalam bentuk kebijakan pemerintah. Yaitu dengan membarilah layanan untuk usaha mikro. Dalam bentuk Micro Enterprise Development, atau pengembangan usaha mikro dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mepercepat pertumbuhan pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Bagaimana Micro Enterprise Development, mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran?

Kemiskinan adalah tidak berdayanya seseorang untuk menghidupi dirinya sendiri, hal ini terjadi ketika seseorang baru lulus sekolah dan harus berusaha mandiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan apabila lulusan ini tidak diberdayakan ( empowerment ), maka akan terus menjadi pengangguran. Dan tentunya akan menyebabkan bertambahnya kemiskinan. Untuk itu setiap pemuda yang lulus sekolah atau perguruan tinggi perlu disiapkan kebijakan publik untuk pengembangan mereka.




 

Bagaimana membangun Mikro Enterprise Development untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran?

Kemiskinan dan pengangguran dimulai dari lulusan sekolah, dari lulusan tersebut tentu ada yang ingin melanjutkan study, juga ada yang ingin bekerja atau membuka usaha. Untuk itu perlu ada suatu kebijakan publik untuk menyelesaikan lulusan tersebut untuk mendapatkan pekerjaan atau menjadi pengusaha muda baru. Maka dibangunlah Micro Enterprise Development.

Apa isi dari Micro Enterprise Development untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran?..

Isi atau program dalam Micro Enterprise Development untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran adalah dengan membuat program diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Inkubasi Bisnis, yaitu sebuah program untuk mencetak pengusaha muda baru. Dibentuka jiwa atau mindset wirausaha dan diberikan peta jalan sukses untuk menjadi pengusaha muda yang hebat.
  2. Business Idea, yaitu menyediakan ide ide bisnis yang relevan atau ideal dengan pemuda terutama yang berkaitan dengan hobby para pemuda di suatu negara.
  3. Business Tools, yaitu memberikan alat untuk memulai dan menjalankan usaha, baik alat untuk memproduksi atau menjalankan usaha jasa maupun alat untuk manajemen dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.
  4. Market Linkage, yaitu dengan dengan cara memberikan akses pasar atau membangun jaringan distribusi atau pemasaran bagi pemuda yang berminat menjadi pengusaha.

Lalu bagaimana kelembagaan dalam Micro Enterprise Development untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran?

Pemerintah Daerah maupun Pemerinah Pusah perlu memiliki database lulusan setingkat SLTA yang berminat untuk menjadi pengusaha melalui Dinas Pendidikan. Selanjutnya dari database tersebut perlu ditawarkan program inkubasi bisnis dan fasilitas Micro Enterprise Development. Dengan begitu lulusan tidak ada lagi yang menganggur atau tersisa. Tetapi dinas perindustrian, perdagangan atau UMKM telah menyediakan program inkubasi usaha atau dengan Micro Enterprise Development.




Dalam hal ini penulis, pernah menjalankan project MED ( Micro Enterprise Development ), dengan target membangun 200 Usaha Muda Baru dalam sebuah Kabupaten. Dengan membuat program tersebut di atas, telah berkembang pengusaha pengusaha muda baru untuk siap menjadi pengusaha dan memenangkan persaingan serta mendukung perekonomian daerah.

Apabila pemerindah desa atau daerah ingin membangun program tersebut dalam perencanaan pembangunannya. Maka dengan senang hati Biizaa Goverment Development Service berbagai cerita, tips dan manajemen untuk membangun micro enterprise development di pemerintahan desa maupun daerah. Dan bisa menhubungai customer service kami, melalui WA 085645524839. ( supriadi asia / biizaa public solution ).

Spread the love

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: